MODUL 2 : PWM, ADC, DAN INTERRUPT
MODUL 2
PWM, ADC, DAN INTERRUPT
1. Pendahuluan [kembali]
Rangkaian pertama merupakan sistem kontrol suhu ruangan yang memanfaatkan mikrokontroler sebagai pusat pengendali untuk mengatur kinerja kipas secara otomatis. Sensor suhu digunakan untuk mendeteksi perubahan temperatur lingkungan dan mengirimkan data ke mikrokontroler. Selain itu, terdapat tombol sebagai input awal untuk mengaktifkan sistem. Berdasarkan data yang diterima, mikrokontroler akan mengatur driver motor untuk mengendalikan putaran kipas. Ketika suhu melebihi batas yang ditentukan, kipas tidak langsung berhenti, tetapi mengalami penurunan kecepatan secara bertahap hingga mati dalam waktu tertentu. Sistem ini menunjukkan penerapan kontrol otomatis dengan pengaturan waktu dan respons yang lebih halus terhadap perubahan suhu.
Rangkaian kedua merupakan sistem kontrol lampu otomatis yang menggunakan mikrokontroler dengan kombinasi sensor cahaya dan sensor gerak (PIR) sebagai input. Sensor cahaya berfungsi untuk mendeteksi kondisi terang atau gelap lingkungan, sedangkan sensor PIR mendeteksi adanya pergerakan. Mikrokontroler memproses kedua sinyal tersebut untuk mengatur LED sebagai keluaran. Pada kondisi gelap, lampu akan menyala, dan ketika terdeteksi gerakan, lampu dapat menyala lebih terang atau aktif sepenuhnya. Selain itu, terdapat tombol sebagai kontrol manual tambahan. Sistem ini mencerminkan konsep otomatisasi yang efisien dan hemat energi karena bekerja sesuai dengan kondisi lingkungan dan aktivitas di sekitarnya.
2. Tujuan [kembali]
- Memahami cara penggunaan PWM, ADC, dan Interrupt pada Development Board yang digunakan
- Memahami cara menggunakan komponen input dan output yang mengimplementasikan PWM, ADC, dan Interrupt pada Development Board yang digunakan
3. Alat dan Bahan [kembali]
Microcontroller | ARM Cortex-M3 |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V |
Input Voltage (limit) | 2 – 3.6 V |
Digital I/O Pins | 32 |
PWM Digital I/O Pins | 15 |
Analog Input Pins | 10 (dengan resolusi 12-bit ADC) |
DC Current per I/O Pin | 25 mA |
DC Current for 3.3V Pin | 150 mA |
Flash Memory | 64 KB |
SRAM | 20 KB |
EEPROM | Emulasi dalam Flash |
Clock Speed | 72 MHz |
Microcontroller | STM32G474RE (ARM Cortex-M4F) |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via VIN |
Input Voltage (limit) | 4.5 – 15 V (VIN board Nucleo) |
Digital I/O Pins | ±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi) |
PWM Digital I/O Pins | Hingga 24 channel PWM (advanced, general-purpose, dan high- resolution timers) |
Analog Input Pins | Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit dengan oversampling) |
DC Current per I/O Pin | Maks. 20 mA per pin (disarankan ≤ 8 mA) |
DC Current for 3.3V Pin | Hingga ±500 mA (tergantung regulator & sumber daya) |
Flash Memory | 512 KB internal Flash |
SRAM | 128 KB SRAM (termasuk CCM RAM) |
Clock Speed | Hingga 170 MHz |
4. Dasar Teori [kembali]
A. ADC
ADC merupakan perangkat elektronika yang berfungsi sebagai penghubung untuk mengubah sinyal masukan analog menjadi kode-kode digital agar dapat diproses oleh sistem digital
B. PWM
PWM adalah teknik modulasi yang dilakukan dengan cara mengubah lebar pulsa atau duty cycle sementara nilai amplitudo dan frekuensinya tetap konstan. Duty cycle sendiri merupakan perbandingan antara waktu kondisi tinggi (ON) dengan total periode satu siklus pulsa yang biasanya dinyatakan dalam bentuk persen. Sinyal PWM pada STM32 dihasilkan melalui blok timer internal yang dikonfigurasi untuk mengatur frekuensi dan duty cycle secara presisi, yang sangat berguna untuk mengontrol kecepatan motor maupun kecerahan LED
C. Interupt
Interrupt adalah mekanisme yang memungkinkan instruksi atau perangkat I/O untuk menghentikan sementara jalannya program utama agar prosesor dapat menangani kejadian tertentu yang memiliki prioritas lebih tinggi
D. STM32 NUCLEO-G474RE
STM32 NUCLEO-G474RE merupakan papan pengembangan (development board) berbasis mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam (embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32 Nucleo-G474RE mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna dapat langsung melakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan.
Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:
F. BAGIAN-BAGIAN PENDUKUNG
1. STM32 NUCLEO G474RE
5. Percobaan [kembali]
Komentar
Posting Komentar